Category Archives: Nutrient and Biochemistry

This will be a subpage under article

Sumpah Dokter

vitamin crop

 

First Do No Harm, kalimat populer di kalangan ilmu kedokteran  yang berasal dari Sumpah Hippocrates (Oath Hippocrates) berbahasa Yunani. Suatu sumpah terkait penanganan terhadap pasien yang menjadi landasan bagi kode etik profesi medis/dokter. Sumpah Hippocrates telah direvisi maupun ditulis kembali dari jaman ke jaman. Contohnya, salah satu janji dalam Sumpah Hippocrates yang kalimatnya dianggap tidak tepat, “To abstain from doing harm,” diubah menjadi “The physician must have two special objects in view with regard to disease, namely, to do good or to do no harm” (Hippocrates Corpus dalam Epidemi 2).

 Kemudian, The Hippocratic Oath for scientist mirip dan sesuai dengan Oath Hippocrates, yang dipakai sebagai kode etik. Sumpah yang mendorong ketelitian, kejujuran, dan integritas di kalangan ilmuwan, serta memastikan minimasi dan justifikasi efek samping pekerjaan. First do no harm (primum non nocere:bahasa latin) kemudian terkenal sampai sekarang, walau banyak dikembangkan/diperbarui oleh para ahli. Namun, dasar dari semua itu tetap sama.

Medis maupun non medis atau pratiksi yang terlibat dalam ranah pelayanan kesehatan terhadap manusia, hewan, dan lingkungan, Sumpah Hippocrates ini menjadi peganggan dalam menjalankan pekerjaan dan profesi. Suatu sumpah yang mengutamakan keselamatan agar tidak melukai dan memperburuk kondisi pasien, meski ia hanya seekor ayam. Contoh paling sering yang terjadi ialah memberikan diagnosa yang salah pada pasien, salah memberi resep, malpratek, membuka riwayat kesehatan tanpa seijin pasien, memilih-milih pasien secara tingkat sosial, men-judge pasiendan lainnya.

Bila seorang dokter memahami betul kondisi pasien dan ilmu yang dimilikinya, ia akan melakukan penanganan dengan resiko terkecil. Ketelitian, ilmu yang luas, senang mendengarkan pasien, kesabaran, tidak terlibat perasaan terhadap pasien, kepekaan, dan sebagainya, menunjukan ia memiliki kemampuan untuk bijak mengambil keputusan dalam pemulihan pasien. Keputusan yang sebenarnya kembali diserahkan kepada pasien dan keluarganya. Ia akan menginformasikan macam-macam obat dan makanan bergizi, fungsi dan efeknya, begitu pula pada terapi, ia akan mengeluarkan terapi terbaik dengan menyebutkan ragam terapi, waktu, keuntungan, dan efek sampingnya.

Kebijaksanaan dokter dalam menangani pasien adalah kunci. Biasanya dokter menyarankan tindakan kepada pasiennya. Dan biasanya pula pasien menuruti apa yang disarankan dokter, hal ini disebabkan mereka telah percaya integritas sang dokter. Namun, masih ada dokter atau tenaga medis melupakan hal ini dan mengambil tindakan semata-mata untuk mencari keuntungan dan semena-mena. Ada pula dokter atau tenaga klinis yang mengontrol pemulihan pasien secara berlebihan. Salah satu penyebabnya yaitu melibatkan perasaan kepada pasiennya.

Tidak sedikit terjadi, konselor yang terlalu jauh melibatkan perasaannya terhadap pasien, hingga muncul simpati yang membuatnya mengatur/mengontrol keputusan soal kesehatan, bahkan kehidupan pasien. Hal ini dapat memengaruhi  kondisi psikologis dan pemulihan fisik pasien secara negatif. Pasien bisa mengalami penurunan kondisi fisik dan mental. Jelas, contoh kasus ini perlu dihindari dan dianggap melanggar kode etik.

Contoh lainnya, pemberian antibiotik yang sering diberikan pada pasien dengan penyakit yang tidak membutuhkan antibiotik keras. Ekosistem bakteri yang tidak seimbang bisa merusak tubuh pasien dan membuat tubuh jadi resisten terhadap bakteri. Kasus seperti ini sering terjadi di jaman sekarang yang tidak memikirkan efek jangka panjang. Dokter maupun pratiksi sebaiknya memikirkan opsi-opsi lain yang lebih baik untuk pasiennya, bukan opsi yang instan. Bukankah pasien ingin mendapatkan pengobatan terbaik dari dokter yang dipercayainya? Ini semacam kredibilitas dan tanggung jawab moral yang dipertanyakan.

First do no harm. Bukankah slogan ini menyangkut diri pribadi dokter atau pratiksi juga? First, bukankah sebaiknya tindakan tidak menyakiti dimulai dari diri sendiri lebih dahulu, meski kondisi tubuh sehat – agar selanjutnya mampu membantu penyembuhkan pasien. Bila dokter atau pratiksi tidak bisa memahami permasalahan dalam dirinya, entah itu secara fisik maupun psikis, kemungkinan besar, ia tidak dapat membantu pasiennya. Apalagi dalam dunia psikologi, psikiater, adiksi, dan kebutuhan khusus yang berada di wilayah kesehatan mental. Pasien sangat rawan bila berada dalam tekanan, paksaan, ucapan dan bahasa yang kasar, dihakimi, direndahkan, menyinggung perasaan, atau tidak dipedulikan atau bekerjasama dengan orang yang sama-sama memiliki kecacatan karakter. Tentu ini menyakitkan bagi mereka, tidak nyaman, merasa tidak terbantu dan lebih memilih menghindar berhadapan dengan dokter/pratiksi/konselornya. Jika ini yang terjadi, bukankah juga menyakitkan bagi profesi dokter/pratiksi karena kemampuan menangani pasien tidak berhasil dan berdampak hancurnya karir.

Dalam pemberian nutrisi yang salah pun mempunyai dampak besar bagi pasien. Diketahui, sumber penyakit berasal dari makanan. Makanan yang tidak hanya sekedar makanan, melainkan air, vitamin dan zat nutrisi lainnya yang dapat memperbaiki metabolisme tubuh, kesehatan mental dan juga memulihkan pasca operasi. Kata gizi sering terdengarsimple dan masih banyak yang menyepelekan. Pemberian gizi/nutrisi yang tidak benar atau dosis yang salah sudah pasti membawa pengaruh negatif pada tubuh pasien juga kesehatan mentalnya. Waktu puluhan tahun pun belum tentu mempunyai kemampuan bijak dalam memberi nutrisi apa saja yang baik bagi pasien dengan kondisi kesehatan yang berbeda. Persoalan gizi/nutrisi memang membutuhkan konsultasi dengan dokter/pratiksi yang sangat paham mengenai nutrisi dan dosisnya.

Tidak mudah memang menjadi dokter/pratiksi di bidang kesehatan atau kedokteran. Namun, hal ini bisa kembali ke Sumpah Hippocrates, sang bapak ilmu pengobatan/kedokteran. Sumpah yang telah berkembang dan disesuaikan dengan jaman sekarang yang berisikan janji dan kode etik. Sumpah dokter!

 

Sumber Gambar : Dreamstime.com

 

Don't be shellfish... Share on FacebookShare on Google+Share on LinkedInTweet about this on TwitterShare on TumblrPin on Pinterest

Makanan adalah Sumber Pengobatan dan Juga Sumber Penyakit

Salad 1 Stock Photos

“Let food be thy medicine and medicine thy food” – Hippocrates

Di masa lalu, makanan adalah obat penyembuh berbagai penyakit, saat ini, obat-obatanlah yang digunakan untuk kesembuhan bermacam penyakit. Teknologi belum ada di masa lalu. Masa kini, teknologi tumbuh melesat dan berkejar-kejaran dengan imajinasi dan kebutuhan manusia. Hari ini peluncuran teknologi, dua hari kemudian datang teknologi yang lebih canggih dari sebelumnya. Tidak berbeda terhadap makanan, masih terus muncul makanan dalam bentuk baru yang menimbulkan bermacam penyakit. Situasi ini menyadarkan manusia bersama ilmu pengetahuannya untuk kembali ke semula (back to the basic), kembali ke alam.

Continue reading Makanan adalah Sumber Pengobatan dan Juga Sumber Penyakit

Don't be shellfish... Share on FacebookShare on Google+Share on LinkedInTweet about this on TwitterShare on TumblrPin on Pinterest

Body, Mind, and Spirit Connection

Body Mind Spirit Connection

 

“True healing comes by the nourishing of the mind, the body, and the soul.”

Kesehatan menjadi bagian terpenting bagi umat manusia. Tidak ada manusia yang menginginkan diri dan tubuhnya sakit. Segala macam pengobatan, terapi, tindakan klinis (mis: operasi, radiasi, dan lain-lain), biomedis, alternatif, bahkan kekuatan indera keenam yang kerap disebut pengobatan melalui“orang sakti”, dilakukan manusia agar kembali menjadi sehat. Dan itu semuanya membutuhkan uang.

Continue reading Body, Mind, and Spirit Connection

Don't be shellfish... Share on FacebookShare on Google+Share on LinkedInTweet about this on TwitterShare on TumblrPin on Pinterest

Gangguan Bipolar dan Omega 3

bipolar dan omega3

Gangguan bipolar merupakan suatu gangguan mental yang ditandai  perubahan mood yang ekstrim terhadap penderitanya. Penderita – mengalami perubahan suasana hati secara tiba-tiba antara dua kutub yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi). Ketika mengalami episode mania, penderita merasa sangat antusias dan bersemangat, namun ketika episode depresi, penderita bisa sangat sedih, putus asa, bahkan mempunyai keinginan bunuh diri.

Continue reading Gangguan Bipolar dan Omega 3

Don't be shellfish... Share on FacebookShare on Google+Share on LinkedInTweet about this on TwitterShare on TumblrPin on Pinterest

Gangguan Pirol

gangguan pirol

Gangguan pirol, dulu dikenal sebagai pyroluria, kryptopyroluria, kryptopyrole atau faktor mauve yang berarti  ketidakseimbangan biokimia  melibatkan kelainan  sintesis hemoglobin di mitokondria. Sintesis hemoglobin merupakan serangkaian proses biokimia untuk memproduksi hemoglobin. Selama proses tersebut, terdapat produk sampingan yang diproduksi yaitu hydroxyhempyrolin (HPL) yang terlibat dalam pembentukan heme, pigmen merah dalam darah.

Continue reading Gangguan Pirol

Don't be shellfish... Share on FacebookShare on Google+Share on LinkedInTweet about this on TwitterShare on TumblrPin on Pinterest

Suplemen Untuk Anti Penuaan

suplemen untuk anti penuaan

Proses penuaan merupakan suatu keadaan yang akan dialami setiap makhluk hidup termasuk juga manusia. Proses yang terjadi biasanya menjadi lebih cepat karena terpapar radikal bebas, peradangan kronis dan paparan bahan beracun. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa suplemen memainkan peran penting dalam pencegahan dan pengobatan penyakit serta perlindungan dari penuaan dini yang disebabkan oleh radikal bebas, peradangan, dan glikasi.

Perubahan biokimia dan fisiologis tubuh dapat diperlambat dan dipulihkan melalui penggunaan suplemen makanan yang tepat. Memperlambat proses penuaan serta memulihkan gejala-gejala dari proses penuaan merupakan salah satu tujuan terapi orthomolecular bersamaan dengan terapi kesehatan lainnya.
Berikut ini merupakan suplemen untuk anti-penuaan, pencegahan, dan terapi medis :

Vitamin C

Vitamin C memiliki berbagai fungsi metabolisme, memberikan perlindungan dari kerusakan akibat radikal bebas oksidatif yang penting untuk produksi kolagen. Vitamin C mengurangi
kerutan dan kulit mengendur yang terjadi karena penuaan. Vitamin C juga membantu menjaga membran mukosa, adrenal produksi hormon, dan fungsi kekebalan tubuh, termasuk
kekebalan humoral, dan fagositosis.

Menurut RDA AS, vitamin C yang dianjurkan untuk konsumsi harian sebesar 90mg untuk laki-laki dan 45-75mg untuk wanita. Bagi perokok diperlukan dosis  lebih banyak
Dalam uji coba yang dilakukan Fotherby selama enam bulan pada 40 laki-laki dan perempuan berusia antara 60 sampai 80 tahun yang diberikan 500 mg vitamin C setiap hari, secara signifikan menurunkan tekanan darah.

Vitamin E

Vitamin E melindungi low density lipoprotein-kolesterol (LDL-C) dari oksidasi, dan banyak epidemiologi penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin E tinggi dapat mengurangi jumlah penderita penyakit jantung dan kematian akibat penyakit jantung.

Vitamin E juga dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Suplemen dari 200 IU sampai 800 IU dapat menurunkan tingkat infeksi pada subyek lansia. Sebuah studi dari 451 subyek lansia menunjukkan bahwa 200 IU vitamin E bisa mengurangi kejadian viral atas infeksi saluran pernapasan, yang umumnya terkait dengan berbagai komplikasi dalam kelompok usia ini.

Coenzyme Q10

Coenzyme Q10 (ubiquinone, atau CoQ10) merupakan antioksidan yang sangat penting untuk produksi energi mitokondria. CoQ10 penting untuk otot jantung, dan membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan penyembuhan gagal jantung kongestif, dan melindungi otak di degeneratif kondisi seperti Parkinson dan Alzheimer. Obat-obatan statin secara signifikan menurunkan produksi CoQ10. Dosis tambahan CoQ10 mulai 100 mg setiap hari untuk pencegahan terhadap tekanan darah tinggi, 400 mg untuk pasien penyakit jantung. Pada gangguan neurologis, penelitian menunjukkan manfaat dari CoQ10 dalam dosis 1200 mg atau lebih.

Asam alpha lipoic

Alpha lipoic acid (ALA) membantu detoksifikasi logam berat, seperti merkuri, dan  melindungi jaringan neurologis. Pada dosis tinggi, dapat membalikkan tahap awal perifer diabetes neuropati. Dosis 100-200 mg untuk pencegahan dan sampai dengan 1000 mg untuk penderita diabetes dengan neuropati. Pada dosis lebih tinggi juga membantu  mengontrol gula darah. Penelitian terhadap hewan menunjukkan bahwa ALA melindungi mitokondria jantung melawan efek penuaan.

Khrom

Kromium membantu mengatur gula darah dan kadar lipid. Pada pasien diabetes, dosis tinggi kromium dapat secara signifikan mengurangi gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. 1000 mcg kromium yang diberikan kepada penderita diabetes tipe II, 90% nya mampu untuk menghilangkan kebutuhan untuk obat untuk mengontrol kadar gula darah Suplemen kromium juga kolesterol total yang lebih rendah dan meningkatkan tingkat lipoprotein densitas tinggi.

L-karnitin

L-carnitine adalah penting untuk pengangkutan asam lemak bebas melintasi membran mitokondria untuk dimetabolisme dalam tahapan menciptakan energi. Tingkat L-carnitine yang rendah mengurangi kapasitas fungsional miokardium, mengarah ke meningkatnya angina dan gagal jantung kongestif. Suplemen L-karnitin dapat mengurangi angina dan mengurangi angka kematian pada pasien dengan infark miokard. Suplemen 1000 mg sampai 2000 mg L-carnitine direkomendasikan untuk pencegahan penyakit jantung bagi penderita jantung, dan terlebih lagi dalam kondisi akut.

Quercetin

Quercetin adalah flavonoid yang membantu mengontrol alergi pada gejala rhinitis dan sinusitis. Menstabilkan membran sel mast dan mengurangi pelepasan histamin. Hal ini juga membantu dalam menurunkan risiko katarak dengan menghambat glikoprotein pembentukan pada lensa.
Dosis untuk quercetin yaitu 800 mg sampai 1200 mg per hari.

Sumber

  • Anderson RA, Cheng N, Bryden NA, et al. 1997. Elevated intakes of supplemental chromium improve glucose and insulin variables in individuals with type 2 diabetes. Diabetes, 46:1786-91.
  • Bates CJ, Walmsley CM, Prentice A, et al. 1998. Does vitamin C reduce blood pressure? Results of a large study of people aged 65 or older. J Hypertens, 16:925-32.
  • Cherubini A, Zuliani G, Costantini F, et al. 2001. High vitamin E plasma levels and low low density lipoprotein oxidation are associated with the absence of atherosclerosis in octogenarians. J Am Geriatr Soc, 49:651-4.
  • Fotherby MD, Williams JC, Forster LA, et al. 2000. Effect of vitamin C on ambulatory blood pressure and plasma lipids in older persons. J Hypertens, 18:411-15.
  • Jacob S, Ruus P, Hermann R, et al. 1999. Oral administration of RACalpha-lipoic acid modulates insulin sensitivity in patients with type-2 diabetes mellitus: a placebo-controlled pilot trial. Free Radic Biol Med, 27:309-14.
  • Morisco C, Trimarco B, Condorelli M. 1993. Effect of coenzyme Q10 therapy in patients with congestive heart failure: a long-term multicenter randomized study. Clin Investig, 71(8 Suppl):S134-6.
  • Sasazuki S, Sasaki S, Tsubono Y, et al. 2006. Effect of vitamin C on common cold: randomized controlled trial. Eur J Clin Nutr, 60:917.
  • Shults CW, Oakes D, Kieburtz K, et al; Parkinson Study Group. 2002. Effects of coenzyme q10 in early Parkinson disease: evidence of slowing of the functional decline. Arch Neurol, 59:1541-50.
Don't be shellfish... Share on FacebookShare on Google+Share on LinkedInTweet about this on TwitterShare on TumblrPin on Pinterest

Undermethylation

perempuan duduk membelakangi kita

Undermethylation atau histadelia adalah kondisi bawaan yang ditandai oleh tingginya tingkat histamin dalam darah. Kondisi ini melibatkan ketidakseimbangan biokimia yang dominan terjadi  sekitar 20% dari pasien yang di-diagnosis memiliki psikosis. Histamin terlibat dalam berbagai reaksi kimia di dalam otak, termasuk di antaranya merangsang pelepasan neurotransmiter serotonin, dopamin, dan norepinefrin.

Continue reading Undermethylation

Don't be shellfish... Share on FacebookShare on Google+Share on LinkedInTweet about this on TwitterShare on TumblrPin on Pinterest

Brain Chemistry

mangkuk sayur salad

Brain chemistry atau neurochemistry adalah semua pesan kimia yang terjadi di otak, yang memungkinkan  melaksanakan fungsi-fungsinya setiap hari, seperti menghasilkan gerakan, berbicara, berpikir, mendengarkan, mengatur sistem tubuh, dan banyak lainnya. Setiap persepsi, pikiran, emosi, tindakan, dan memori melibatkan simfoni kompleks proses kimia dalam otak. Neurotransmitter adalah zat kimia otak yang memungkinkan sel-sel otak berkomunikasi satu sama lain dan memungkinkan otak  berfungsi dengan baik. Dengan kata lain, suatu neurotransmitter mentransmisikan (membawa) pesan kimia dari neuron ke neuron.

Continue reading Brain Chemistry

Don't be shellfish... Share on FacebookShare on Google+Share on LinkedInTweet about this on TwitterShare on TumblrPin on Pinterest