Epigenetika

memegang kindle

Sebagian besar gen diwarisi dari orang tua kita, tetapi kehidupan sehari-hari kita dapat memengaruhi perubahan epigenetika. Epigenetika merujuk pada perubahan fenotipe yang merupakan ekspresi gen yang disebabkan oleh perubahan-perubahan mekanis selain dalam urutan DNA. Sistem yang menentukan regulasi gen  manusia.

Menurut wawasan baru Epigenetika Perilaku, pengalaman traumatis di masa lalu kita atau di masa lalu nenek moyang kita meninggalkan bekas luka molekuler mengikuti DNA kita. Melalui epigenetika, memberi tubuh   kemampuan untuk memengaruhi gen-gen mana yang akan diaktifkan/diekspresikan, atau dinonaktifkan dari generasi ke generasi. Melalui proses-proses yang disebut metilasi dan asetilasi, kita dapat mengubah gen-gen mana yang akan diekspresikan. Dengan kata lain, kita dapat melakukan tindakan-tindakan tertentu yang akan memengaruhi gen mana yang akan muncul ke permukaan dan gen mana yang akan dinonaktifkan selamanya.

Genom berisi informasi untuk setiap fungsi sel yang berbeda. Sebaliknya, epigenome bervariasi dari jaringan ke jaringan, mengontrol ekspresi gen, dan memberikan setiap jenis sel identitas tertentu. Epigenetika mengacu pada diwariskannya perubahan dalam ekspresi gen yang terjadi tanpa perubahan dalam urutan DNA. Efek epigenetik terkait dengan metilasi DNA dan asetilasi histon.

Hubungan Epigenetika dengan :

– Nutrisi : penelitian telah menunjukkan bahwa kekurangan atau kelebihan makanan selama masa kanak-kanak seseorang dapat membuat perubahan epigenetik yang mengakibatkan diabetes, obesitas, dan pubertas dini. Penelitian juga menunjukkan bagaimana makanan dapat mengakibatkan perubahan epigenetik dalam rahim.

Parenting : bidang epigenetika terus menjelaskan pentingnya pengasuhan bagi kesehatan mental. Para ilmuwan telah mengamati perubahan metilasi pada otak korban bunuh diri. Area hippocampus, bagian otak yang dapat mempengaruhi suasana hati, mengandung gen yang telah dimatikan.

Gangguan metabolisme folat terkait dengan variasi genetik autism. Tidak secara langsung menyebabkan autisme, namun interaksi faktor genetik dan lingkungan (seperti folat dan asupan vitamin B, kekurangan asam amino, dan eksposur terhadap racun) mengakibatkan terganggunya ekspresi gen. Menurut Geri Dawson, Ph D, Autism Speaks Chief Science Officer, autisme disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan dapat bertindak pada gen itu sendiri, mengganggu fungsi normal mereka.

Hubungan antara melatonin dan vitamin-D tingkat telah terbukti juga mempunyai korelasi defisiensi autism.Vitamin-D dikaitkan dengan peningkatan risiko autisme, karena vitamin D memengaruhi hormon yang mengaktifkan lebih dari 200 gen target, sehingga mengatur ekspresi gen. Pencetakan melalui tanda epigenetik, seperti status metilasi, merupakan potensi mengukur untuk menentukan etiologi autisme dan gangguan neuropsikiatri lainnya. Potensi faktor epigenetik meningkatkan risiko ADHD pada berbagai tahap perkembangan, seperti alkohol, tembakau, racun, obat-obatan, dan stressor psikososial.

Referensi :

  • American Academy of Pediatrics (2011). Children’s health topics: Autism. http://www.aap.org/healthtopics/
  • Autism Speaks Inc. (2011). http://www.autismspeaks.org.
  • Bakare, M., Munir, K., & Kinney, D. (2011). Association of hypomelanotic skin disorders with autism: Links to possible etiologic role of vitamin-d levels in autism? Hypothesis, 9(1), 1-9.
  • Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders; Fourth Edition, 2000. American Psychiatric Association.
  • J. Wals, William. Nutrient Power. New York: Skyhourse Publishing; 2012
  • www.biobalance.org

 

Don't be shellfish... Share on FacebookShare on Google+Share on LinkedInTweet about this on TwitterShare on TumblrPin on Pinterest

One thought on “Epigenetika”

  1. Mas ada kalimat “dinonaktifkan selamanya” disitu, berarti ini prosesnya ireversibel gtu?
    Yang saya dapat dari sumber2 yang tertera disana semua prosesnya reversibel.

    Terus efek perubahan ekspresi gen ini sesignifikan apa kalau dilihat secara fisik?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ four = 6